January 2012
26 posts
Pada Surat Kabar
Di tengah kota
pagi ini ditemukan onggokan harapan rakyat
ia mati sehabis berbincang dengan malam tentang masa depan
terlalu banyak bicara
menyalahkan waktu dan malam yang mendatangkan esok.
Tapi ia tak mati digenggam malam
harapan, dicekik kepentingan manusia kerah putih pada gang-gang kotak kaca di kota itu
kemarin malam.
Maklum Lupa
Bimbim: X ga dateng rapat gara-gara lagi nyari kosan
Tri: Wah parah kok izin buat nyari kosan sih
Lioner: Wah parah, masa lupa dimana kosan sendiri
Mungkin jenis baru
Seseorang: (menyanyi lagu polisi-polisi mau lewat) .... ingin buah dimulai dengan huruf M
Fadhila: MADU!
Gampang
Akbar: Tuh om bisa ga, bikin yang kaya gitu (stop motion film)
Saya: Bisa-bisa, tapi lama, bisa setahun, bisa dua tahun
Juli: Waduh, gampangan bikin janin dong
Kita mulai semua dengan tidak saling kenal, hingga kemudian saling kenal, sampai...
– apa nih?
dan kita mesti sadar bahwa banyak manusia yang tidak sempat memikirkan hatinya...
Sesederhana Teman Dekat
Jadi manusia itu rumit. Di beri aksi A, reaksinya tidak selalu B. Yang satu di colek marah, yang itu dicolek senang, yang lain dicolek ngomong ‘maaf mas siapa ya?’.
Tapi segimanapun rumitnya manusia, kita pasti butuh yang namanya manusia lain, makanya ada yang namanya teman atau sahabat, kekasih juga termasuk, meski sedikit banyak agak berbeda.
Mereka yang sudah bertemu dengan orang...
Seperlima Abad
Ada puluhan kalimat serius nan berbobot yang biasa dilontarkan oleh beberapa teman dekat saya. Ga kalah hebat, ratusan kalimat becandaan juga keluar masih dari mulut yang sama. Bak sebuah menu, diantara kalimat-kalimat becandaan itu ada hidangan spesial yang biasa jadi langganan saya.
Menu yang satu ini bahan utamanya, adalah kata-kata kunci berbau keterpurukan menjadi jomblo romantisme tidak...
December 2011
39 posts
oh. selamat seperdelapan windu.
Nanti
belum bisa menjadi pendengar yang baik
belum bisa mendengarkan yang baik
belum menjadi tempat yang terbaik untuk mendengarkan
tapi, terima kasih. kawan, sobat. saya tunggu duduk disini.
Sekelibat
apa iya pemuda pemudi zaman sekarang sedang dilemahkan hatinya dan pikirannya?
Terbawa
Diturunkannya tirai panggung tidak berarti hentinya sandiwara para pemain.
Batas
Inilah sekedar batas yang menjawab jauhnya pengetahuan manusia terhadap manusia lain. Ibu kepada anak, teman dengan teman, sahabat pada sahabatnya. Pada bentuk yang terlampau sederhana, ibarat garis pada pasir atau sapuan jari pada debu meja.
Ego Penggerutu
Mencari ruang tertuli tuk disinggahi.
ternyata tidak perlu mencari.
yah, sebelum memikul yang lebih besar,
coba rangkul yang lebih kecil.
Mungkin kita cukup tuli dengan yang terdekat,
atau sangat buta akan kebaikan.
putar balik memori. Sejauh apa pada murah hati. Sedekat apa dengan perpisahan.